
Takengon,SCNews.co.id – Pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada 26 November 2025, BPBD Aceh Tengah terus melakukan langkah pemulihan di berbagai wilayah terdampak.
Salah satunya melalui kegiatan normalisasi alur sungai di Desa Pedemun, Kecamatan Lut Tawar, yang dilaksanakan pada Minggu (3/5/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan darurat guna mempercepat proses pemulihan sekaligus mengurangi risiko terjadinya banjir susulan yang kerap mengancam lahan pertanian dan permukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Ir. Andalika, ST, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa normalisasi sungai tidak hanya dilakukan di Desa Pedemun, tetapi juga telah dilaksanakan di sejumlah desa lain di Kecamatan Lut Tawar dan beberapa kecamatan lainnya.
“Khusus di Desa Pedemun, pekerjaan normalisasi darurat ini dimulai dari titik nol perbatasan Desa Pedemun–Kenawat hingga ke titik akhir di Jembatan Gembirit, dengan panjang penanganan diperkirakan mencapai sekitar dua kilometer,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan permohonan masyarakat setempat yang mengkhawatirkan potensi luapan sungai saat curah hujan tinggi.
Menurutnya, normalisasi ini bertujuan untuk memperlancar aliran air serta mengantisipasi kembali terjadinya banjir yang dapat merusak lahan pertanian dan permukiman warga.
“Dengan langkah ini, diharapkan risiko bencana dapat diminimalisir, terutama saat intensitas hujan meningkat,” tambahnya.
Upaya yang dilakukan BPBD ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat, yang berharap kegiatan serupa terus berlanjut demi menjaga keamanan lingkungan dan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga di kawasan tersebut.
Redaksi
Tidak ada komentar