SIARAN PERSTGK. TIR, M.Pd – Sang Penjaga Masjid dan Mantan Ceh Didong Teruna Jaya Asal Tanoh Linge Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude

ADMIN
4 Mei 2026 09:56
BERITA 0 87
3 menit membaca

Aceh Tengah,SCNews.co.id – Kabar membanggakan datang dari Tanah Gayo. Seorang putra daerah, Irwansyah, yang dikenal sebagai akademisi, budayawan, dan da’i, berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude. Sosok yang juga dikenal sebagai penjaga masjid dan mantan ceh didong Teruna Jaya ini menjadi inspirasi atas dedikasi panjangnya dalam dunia pendidikan, budaya, dan dakwah.

Irwansyah lahir di Linge, Kabupaten Aceh Tengah, pada 5 Juni 1984. Ia merupakan putra dari Asa bin Lesa dan Bintang Meriah. Saat ini, ia menetap di Desa Lemah, Kecamatan Bebesen, bersama istrinya, Wahyu Maisyarah, S.Kes, serta empat putri mereka: Nabila Mouna Putri, Nazla Afifah Linge, Najwa Atiqah Linge, dan Sayiidatul Khumaira Linge.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri Singah Mulo (lulus 1996), kemudian melanjutkan ke MTsN 1 Takengon (lulus 2000) dan MAN 1 Takengon (lulus 2003/2004). Semangatnya dalam memperluas wawasan lintas budaya membawanya ke Maroko melalui program Diplome Khusus Pembelajaran Perbandingan Budaya Maroko–Indonesia di Universitas Ibnu Tofail, Kenitra, pada tahun 2004–2007. Sepulang dari luar negeri, ia melanjutkan studi S1 dan S2 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, dan keduanya berhasil diraih dengan predikat cumlaude. Konsistensi akademiknya berlanjut hingga jenjang doktoral di bidang yang sama, yang kini berhasil diselesaikannya dengan prestasi gemilang.

Dalam perjalanan karier, Irwansyah dikenal luas sebagai vokalis Didong Gayo sejak tahun 2000 hingga 2012. Ia juga pernah mengikuti program pertukaran pelajar Indonesia–Kerajaan Maroko. Di bidang seni dan dakwah, ia meraih berbagai prestasi, termasuk juara pertama lomba baca puisi dan ceramah di tingkat kabupaten di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Kabupaten Malang.

Dedikasinya tidak hanya terlihat di panggung budaya dan akademik, tetapi juga dalam kehidupan spiritual. Ia telah mengabdikan diri sebagai penjaga masjid dan muadzin selama 12 tahun, sejak masa MTs hingga menyelesaikan pendidikan S2. Pada tahun 2007, ia mendirikan organisasi IPPEMATANG Malang dan hingga kini masih aktif berkontribusi. Sejak tahun 2013, ia juga aktif sebagai da’i di Tanah Gayo, menyebarkan nilai-nilai Islam yang selaras dengan kearifan lokal.

Di dunia akademik, Irwansyah pernah mengabdi sebagai dosen PPPK di STAIN Gajah Putih pada periode 2012–2018. Sejak 2018, ia resmi menjadi dosen PNS di IAIN Takengon. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam dan saat ini menjadi anggota Senat IAIN Takengon.

Selain itu, Irwansyah aktif menulis karya ilmiah di berbagai jurnal nasional, khususnya dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam. Tulisan-tulisannya mencakup topik seperti karakteristik pelanggan dalam pendidikan Islam, implementasi manajemen pembelajaran Aqidah Akhlak, serta kecerdasan emosional kepala madrasah dalam meningkatkan loyalitas guru.

Di luar dunia akademik, kiprahnya juga sangat luas. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Didong Nasional (PERIKOGADING) sejak tahun 2024, aktif dalam kepengurusan DDI, menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ulama Lintas Tengah, pengurus BKPRMI Aceh Tengah, pembimbing haji dan umrah di PT. Al-Falah Gayo Amanah, serta menjadi Dewan Hakim dan pelatih Syahril Aceh Tengah.

Pencapaian gelar doktor dengan predikat cumlaude ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi, kerja keras, dan konsistensi dalam mengabdi di berbagai bidang dapat mengantarkan seseorang pada prestasi tertinggi. Irwansyah tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga simbol inspirasi bagi generasi muda Tanah Gayo untuk terus berkarya, menjaga budaya, dan menguatkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *