DPRK Aceh Tengah Tinjau Langsung Dampak Bencana Hidrometeorologi di Celala, Irigasi Rusak Jadi Sorotan.

ADMIN
14 Mei 2026 05:13
DAERAH 0 24
2 menit membaca

Takengon, SCNews.co.id – 14 Mei 2026.Panitia Khusus (Pansus) Bencana Hidrometeorologi DPRK Aceh Tengah kembali turun langsung ke wilayah terdampak bencana di Kecamatan Celala, Rabu (13/5/2026), guna memastikan penanganan infrastruktur yang rusak segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Kunjungan lapangan tersebut dipimpin Ketua Pansus, Wahyuddin, didampingi Wakil Ketua Khairul Ahadian bersama sejumlah anggota Pansus lainnya, yakni Ikhsanuddin, Hanafiah, Amiruddin, Seven Cebro Kobat, Yuska Mashudi, Saiful MS Amirullah, dan Agustina.

Dalam peninjauan itu, rombongan memfokuskan perhatian pada kondisi saluran Irigasi Berawang Kenil I dan II di Kampung Berawang Gading yang mengalami kerusakan parah akibat bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.

Kerusakan irigasi dinilai sangat berdampak terhadap kehidupan masyarakat, terutama para petani yang menggantungkan kebutuhan air untuk lahan persawahan dan perkebunan sebagai sumber utama perekonomian keluarga.

Untuk mempercepat langkah penanganan, Pansus turut menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Permukiman, BPBD, serta dinas dari sektor pertanian, perkebunan, dan sosial.

Kehadiran lintas sektor tersebut bertujuan agar langkah penanganan darurat hingga rencana rehabilitasi permanen dapat segera dirumuskan langsung di lokasi terdampak.

“Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Saluran irigasi merupakan urat nadi pertanian masyarakat. Jika tidak segera ditangani, maka dampaknya akan semakin luas terhadap produktivitas lahan dan ekonomi warga,” ujar salah satu anggota Pansus di sela-sela peninjauan.

Sebagai tindak lanjut, Pansus DPRK Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk mengawal secara ketat seluruh proses pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana tersebut.

Langkah awal yang akan segera dilakukan meliputi pembersihan material longsor dan sedimentasi yang menyumbat saluran irigasi. Selain itu, rehabilitasi total Irigasi Berawang Kenil I dan II juga dipastikan akan masuk dalam daftar prioritas pembangunan daerah.

Pansus berharap, percepatan penanganan ini nantinya mampu mengembalikan fungsi irigasi secara maksimal sehingga aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal dan kesejahteraan petani tetap terjaga.

 

Redaksi

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *