Kamar Mesin KM Aceh Hebat II Terbakar di Pelabuhan Ulee Lheue, 15 Orang Alami Luka Bakar.

ADMIN
12 Jun 2026 13:18
PERISTIWA 0 45
2 menit membaca

Banda Aceh,SCNews.co.id – Kebakaran yang terjadi di kamar mesin Kapal Motor (KM) Aceh Hebat II di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (12/6/2026) siang, menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar dan harus mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB saat kapal sedang bersandar di pelabuhan. Berdasarkan informasi dari Basarnas Banda Aceh, kebakaran dipicu oleh kebocoran tabung hidrolik pada mesin kapal yang kemudian memunculkan percikan api dan menyulut kebakaran di ruang mesin.

 

Saat kejadian, sejumlah taruna pelayaran dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati sedang melaksanakan kegiatan pembelajaran di dalam kamar mesin bersama Kepala Kamar Mesin (KKM) KM Aceh Hebat II, Widodo.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, menjelaskan bahwa setelah menerima informasi kejadian, personel KN SAR Kresna 232 bersama unsur SAR gabungan segera bergerak melakukan evakuasi terhadap para korban.

“Pada pukul 11.50 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi para korban yang berada di atas kapal dalam kondisi mengalami luka bakar akibat insiden tersebut,” ujarnya.

Sebanyak 15 korban yang terdiri dari 14 taruna pelayaran dan seorang kru kapal mengalami luka-luka. Mereka antara lain Muhammad Bilal Ramzi, Fakhri Herdieco, Muhammad Zulfikar, Muhammad Al-Farisyi, Adit Mursandi, Samuel Alvaro Aruan, Ridho Ramadhani Saputra, Mujibur Rahman, Billy Subana Sitepu, Reyhan Gunawan, Iqbal Diansyah, Faris Aflandi Pratama, Soufi Ramadhan, Muhammad Dio Febrianto, serta Widodo selaku KKM KM Aceh Hebat II.

Sekitar pukul 12.30 WIB, seluruh korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Dalam operasi penanganan kejadian tersebut, Basarnas mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya responder bag dan alat pemadam api ringan (APAR). Unsur yang terlibat dalam operasi meliputi kru KN SAR Kresna 232, Balai Karantina Pelabuhan, KSOP Malahayati, Polsek Ulee Lheue, serta masyarakat setempat.

Basarnas menyatakan seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis sehingga operasi SAR resmi ditutup.

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran yang terjadi di ruang mesin kapal penyeberangan tersebut. Sementara itu, kondisi para korban terus dipantau oleh tim medis di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Redaksi

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *