Karya Siswa Gayo Menembus Ruang Publik, Produk SMK Aceh Tengah Curi Perhatian di CFD Banda Aceh

ADMIN
20 Sep 2026 12:44
BERITA 0 54
3 menit membaca

BANDA ACEH,SCNews.co.id — Minggu pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Banda Aceh tidak hanya dipenuhi warga yang berolahraga dan menikmati suasana ruang publik. Di tengah keramaian tersebut, karya para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dari dataran tinggi Gayo ikut tampil dan menarik perhatian masyarakat.

Melalui stan Dinas Pendidikan Aceh, sejumlah produk unggulan hasil kreativitas siswa dari Aceh Tengah diperkenalkan langsung kepada masyarakat, Minggu (20/9/2026).

Beragam produk karya siswa dipamerkan. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah produk berbahan dasar kopi Gayo yang dikembangkan menjadi wine coffee, dengan karakter rasa yang khas dari komoditas unggulan dataran tinggi Gayo.

Kehadiran produk tersebut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan CFD. Masyarakat yang melintas tidak hanya melihat produk, tetapi juga berkesempatan mengetahui bahwa sejumlah karya tersebut lahir dari proses pembelajaran dan praktik siswa di sekolah.

Suasana semakin mendapat perhatian ketika Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, meninjau langsung stan tersebut. Ia memberikan semangat kepada para siswa dan guru yang terlibat dalam kegiatan, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Muslim Ibrahim.

Bagi dunia pendidikan vokasi, membawa karya siswa ke ruang publik memiliki arti lebih luas daripada sekadar kegiatan pameran. Siswa mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produk, berkomunikasi dengan masyarakat sekaligus melihat secara langsung bagaimana respons calon konsumen terhadap karya yang mereka hasilkan.

Ruang seperti CFD juga membuka pengalaman baru bagi siswa. Mereka tidak hanya dituntut mampu membuat sebuah produk, tetapi mulai diperkenalkan pada pentingnya kualitas, kemasan, identitas produk, pemasaran hingga bagaimana sebuah karya dapat memiliki nilai ekonomi.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Muslim Ibrahim, mengatakan produk yang dibawa dalam kegiatan tersebut merupakan hasil karya siswa dari sejumlah SMK di Aceh Tengah.

Beberapa sekolah yang terlibat di antaranya SMKN 1 Takengon, SMKN 2 Takengon, SMKN 3 Takengon dan SMKN 5 Takengon.

Menurutnya, keterlibatan siswa Aceh Tengah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi dan kreativitas pelajar Gayo kepada masyarakat yang lebih luas.

Kehadiran mereka di tengah keramaian CFD Banda Aceh sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak berhenti di ruang kelas maupun bengkel praktik.

Ada proses lain yang tidak kalah penting, yakni membawa hasil pembelajaran keluar dari lingkungan sekolah dan mempertemukannya secara langsung dengan masyarakat.

Dari ruang publik itulah, karya siswa mendapat kesempatan untuk dikenal, dinilai dan dikembangkan lebih jauh. Pada saat yang sama, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa untuk memahami bahwa keterampilan yang mereka pelajari di sekolah memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk yang bernilai dan memiliki pasar.

Bagi para siswa dari dataran tinggi Gayo, CFD Banda Aceh pagi itu bukan sekadar tempat memamerkan hasil karya. Ruang publik tersebut menjadi panggung kecil untuk menunjukkan bahwa kreativitas pelajar daerah juga mampu hadir, bersaing dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

 

Yusra Efendi

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *