Pemkab Aceh Tengah Gelar Rakor Monev Dampak Bencana Hidrometeorologi Bersama Kemenko PMK.

ADMIN
1 Okt 2026 11:51
PEMERINTAH 0 32
3 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, menyambut Asisten Deputi Penanganan Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Mery Afriana, dalam kegiatan Rapat Koordinasi, Pengisian Awal Instrumen Monitoring dan Evaluasi (Monev) dan Peninjauan Lapangan dari Dampak Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Kerja Wakil Bupati Aceh Tengah, Kamis (01/10/2026).

Pada pembukaan rapat, Wabup Muchsin mengatakan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah terus berjalan dengan melibatkan hampir seluruh SKPK.

“Proses rehab rekon pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah terus berjalan dengan hampir seluruh SKPK terlibat di dalamnya. Hal ini membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bergerak dengan satu kesatuan dalam satu komando,” ujar Wabup Muchsin.

Selanjutnya, Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK RI, Mery Afriana, menjelaskan maksud kedatangannya ke Aceh Tengah. Ia menyampaikan bahwa total bencana pada tahun 2025 mencapai 4.727 kejadian, dengan 99,26% merupakan bencana hidrometeorologi.

Menurutnya, bencana tersebut menimbulkan dampak luas di masyarakat dan perekonomian, tetapi pengukuran dampaknya terhadap output ekonomi masih terbatas. Oleh karena itu, kedatangannya untuk memenuhi dua mandat penting.

“Kedatangan kami untuk memenuhi dua mandat yang diberikan, yaitu penghitungan proporsi kerugian ekonomi langsung akibat bencana terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan progres penanganan pemulihan pascabencana Sumatra,” jelas Mery.

Ia juga menambahkan, “Perkembangan ekonomi di Aceh Tengah itu semestinya bagus, tapi karena ada bencana terdapat beberapa titik yang rusak menyebabkan hambatan dalam perkembangan ekonomi.”

Sementara itu, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesra, Jefridin Siregar, AP, MM, menjelaskan terkait perkembangan lahan untuk hunian tetap.

“Saat ini proses administrasi untuk beberapa lahan huntap yang memakai lahan Tanah Hak Lain (THL) terus berproses. Kami juga meminta bantuan Ibu untuk dapat memberi masukan dan dapat membantu proses administrasi tersebut,” kata Jefridin.

Di sela kegiatan rapat, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, hadir menyempatkan diri untuk membersamai rapat tersebut karena menurutnya rapat ini penting karena menyangkut nasib korban bencana di Aceh Tengah.

Dalam arahannya, Bupati Haili Yoga menekankan pentingnya ketersediaan data yang valid dan siap saji. “Saat ini data menjadi penting, sehingga ketika Ibu datang seperti ini data siap kami sajikan dan jika perlu ke lapangan sudah bisa langsung tertuju,” tegas Bupati Haili Yoga.

Bupati juga menjelaskan konsep pembangunan huntap yang akan diterapkan agar lebih efisien dan memberi manfaat lebih bagi masyarakat terdampak.

“Jika nanti huntap akan dibangun, maka dibangun tanpa menghancurkan huntara. Huntaranya itu nanti menjadi bagian dari huntap sehingga rumahnya lebih luas,” ujar Bupati Haili Yoga.

Rapat juga dihadiri oleh Plt. Sekda, para Asisten Setdakab, dan Kepala SKPK terkait. Kegiatan dilanjutkan dengan pemutakhiran isi instrumen monev dan peninjauan lapangan untuk melihat langsung dampak bencana hidrometeorologi di beberapa titik di Kabupaten Aceh Tengah.

 

 

Rill

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *