Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Aceh Tengah Operasionalkan Inovasi

ADMIN
5 Nov 2026 04:58
BERITA 0 6
2 menit membaca

TAKENGON,SCNews.co.id- Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah secara berbasis data dan tepat sasaran. Melalui Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah, pemerintah daerah resmi mengoperasionalkan PETA SAKTI (Peta Sinergi Analisis Kerentanan Pangan Untuk Intervensi), sebuah inovasi pemetaan interaktif yang dirancang untuk mempercepat penanganan kawasan rawan pangan sekaligus memastikan stabilitas pasokan di seluruh pelosok Gayo. Selasa (03/11/2026).

 

Hadirnya PETA SAKTI menjadi instrumen krusial bagi pemerintah daerah untuk mengenali secara detail kondisi kerentanan dan ketahanan pangan di tingkat wilayah, kecamatan, hingga desa. Melalui analisis data Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) yang terintegrasi, instrumen ini menyajikan gambaran presisi mengenai daerah mana saja yang membutuhkan intervensi prioritas.

 

Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam dan dukungan penuh atas terobosan ini. Menurutnya, inovasi berbasis data spasial ini menjadi lompatan penting dalam mewujudkan efektivitas pembangunan daerah.

 

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memberikan dukungan penuh terhadap operasionalisasi PETA SAKTI. Kita tidak bisa lagi mengambil kebijakan penanganan pangan berdasarkan asumsi semata, melainkan harus berbasis data yang akurat dan terintegrasi. Dengan PETA SAKTI, program bantuan sosial, operasi pasar, hingga pemberdayaan pertanian akan jauh lebih tepat sasaran. Hasilnya, manfaat intervensi pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan secara berkelanjutan,” ujar Haili Yoga.

 

Selama ini, data kerentanan pangan kerap kali hanya berhenti sebagai dokumen laporan administratif. Melalui PETA SAKTI, tata kelola data pangan ditransformasikan menjadi informasi yang dinamis, mudah dipahami, serta accessible bagi seluruh sektor terkait.

 

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah sekaligus penggagas inovasi PETA SAKTI, Rizky Mahtuah Munthe, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan penguatan koordinasi antar-instansi.

 

“Inovasi PETA SAKTI lahir dari kebutuhan akan rujukan bersama yang konkret. Kami ingin memastikan data FSVA tidak sekadar menjadi tumpukan dokumen di lemari arsip, melainkan menjadi kompas utama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menentukan kebijakan di lapangan. Melalui kolaborasi antar-OPD dan pemangku kepentingan terkait, kita dapat melakukan intervensi bersama yang lebih terarah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Tengah,” terang Kepala Dinas Pangan Aceh Tengah.

 

Dengan berjalannya PETA SAKTI, Pemkab Aceh Tengah optimistis mampu membangun ekosistem ketahanan pangan yang tangguh, responsif terhadap dinamika ekonomi, dan mampu menekan tingkat kerentanan pangan secara terukur dari waktu ke waktu. (Fasya Harsa/Diskominfo)

 

Rill

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *