“Emas Hijau” Gayo Bergairah: Harga Stabil di Tengah Panen Raya dan Ancaman Cuaca

ADMIN
22 Apr 2026 09:46
DAERAH 0 45
2 menit membaca

Aceh Tengah – Memasuki penghujung masa panen raya tahun 2026, harga komoditas kopi Arabika Gayo di tingkat petani Kabupaten Aceh Tengah terpantau stabil pada angka Rp21.000 hingga Rp22.000 per bambu. Meskipun volume panen tahun ini melimpah, tantangan logistik dan cuaca menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha di dataran tinggi Gayo.

Berdasarkan pantauan langsung tim redaksi di pusat perdagangan kopi Takengon pada Selasa (21/4/2026), berikut adalah rangkuman kondisi terkini “Emas Hijau” Gayo:

Update Harga di Tingkat Petani

Harga beli di tingkat kolektor atau toke kopi saat ini masih bertahan di level positif. Stabilitas harga ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar ekspor pasca pengiriman perdana skala besar ke Amerika Serikat awal bulan ini.

Kopi Gelondong (Cherry): Rp21.000 – Rp22.000 per bambu.

Kopi Gabah: Rp55.000 – Rp60.000 per bambu.

Green Bean (Kualitas Ekspor): Rp120.000 – Rp125.000 per kilogram.

Panen Raya dan Kendala Tenaga Kerja

Masa panen raya 2026 di Aceh Tengah dilaporkan mencapai puncaknya dengan produktivitas tinggi. Namun, para petani mengeluhkan kelangkaan buruh petik musiman. Kondisi ini menyebabkan sebagian hasil panen terlambat dipetik karena terbatasnya tenaga kerja di lapangan.

“Buah tahun ini sangat lebat, tapi kita kekurangan tenaga petik. Ini yang membuat sebagian petani terpaksa memanen secara bertahap,” ujar salah satu petani di kawasan Kecamatan Bebesen kepada SCNews.co.id.

Tantangan Cuaca dan Logistik

Selain faktor tenaga kerja, curah hujan yang mulai meningkat di wilayah Aceh Tengah dalam sepekan terakhir juga menghambat proses penjemuran kopi gabah. Para eksportir mengimbau petani dan kolektor untuk tetap menjaga kualitas kadar air agar sesuai dengan standar permintaan pasar internasional.

Di sisi lain, kelancaran distribusi logistik menuju pelabuhan Belawan dilaporkan mulai normal kembali setelah sempat terkendala perbaikan jalan di lintas Takengon-Bireuen beberapa waktu lalu.

Optimisme Pasar Ekspor

Gairah ekonomi di Aceh Tengah diprediksi akan terus menguat seiring dengan upaya pemerintah daerah dan PT PEMA dalam membuka akses pasar langsung ke luar negeri tanpa melalui perantara pihak ketiga. Langkah ini diharapkan mampu menjaga harga tetap stabil di atas Rp20.000 per bambu hingga akhir musim panen nanti.

Redaksi akan terus mengupdate pergerakan harga kopi setiap harinya untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi harga yang akurat dan transparan.

Catatan Redaksi: Data harga di atas diambil berdasarkan rata-rata transaksi di tingkat pengepul wilayah Takengon, Bebesen, dan Pegasing pada tanggal 21 April 2026.

 

Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *