Harapan dari Hong Kong untuk Aceh Tengah: 500 Paket Bantuan Kemanusiaan Disalurkan bagi Korban Banjir.

ADMIN
17 Mei 2026 12:18
BERITA 0 13
2 menit membaca

Takengon,SCNews.co.id – Di tengah duka yang masih menyelimuti masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tengah, bantuan kemanusiaan terus berdatangan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas lintas negara.

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu tidak hanya merusak rumah dan harta benda warga, namun juga memukul kondisi ekonomi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat musibah tersebut.

Kali ini, uluran tangan datang dari Pemerintah Daerah Administrasi Hong Kong melalui Social Worker Across Borders Hong Kong, Rainbow Public Welfare China, dan Peaceland Foundation China.

Bantuan tersebut difasilitasi oleh Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat (YPKM) berupa 500 paket bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak banjir di Aceh Tengah.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua YPKM, Saa’duddin, kepada Ketua Komunitas Masyarakat Aceh Pesisir (KMAP) Aceh Tengah, Maimun ST, didampingi Ketua Pemuda KMAP, Alimun, di Takengon, Sabtu (16/5/2026).

Ketua KMAP Aceh Tengah, Maimun ST, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Aceh Tengah di tengah kondisi sulit pascabanjir.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah Administrasi Hong Kong, Social Worker Across Borders Hong Kong, Rainbow Public Welfare China, Peaceland Foundation China, serta Yayasan Pelangi Kesejahteraan Masyarakat (YPKM) yang telah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Aceh Tengah,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut akan segera didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak di sejumlah titik wilayah bencana.

“InsyaAllah bantuan ini segera kami salurkan kepada warga yang membutuhkan di beberapa kawasan terdampak banjir. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi penyemangat untuk bangkit kembali setelah musibah,” katanya.

Bantuan kemanusiaan lintas negara ini menjadi simbol kuatnya solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tengah yang saat ini masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.

 

 

Redaksi

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *