
Tapak Tuan,SCNesw.co.id – Warga Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, memprotes lambannya pengerjaan proyek jalan nasional ruas Kutabuloh–Kutabaro dengan memasang palang kayu dan ranting di sejumlah titik badan jalan, Sabtu (16/5/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diaspal dan dipenuhi debu tebal.
Syahrial, warga Meukek, mengatakan masyarakat sudah tidak tahan lagi dengan debu yang terus beterbangan akibat pengerukan jalan tanpa penanganan maksimal dari pihak pelaksana.
“Warga sudah tidak tahan lagi dengan debu. Pedagang pinggir jalan juga mengeluhkan hal yang sama karena dagangan mereka dipenuhi debu. Sudah dua hari juga tidak dilakukan penyiraman,” kata Syahrial, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, debu dari proyek jalan nasional itu telah mengganggu aktivitas warga sehari-hari, mulai dari kesehatan hingga menurunnya pendapatan pedagang kecil di sepanjang jalur tersebut.
“Rumah warga, warung, dan toko dipenuhi debu setiap hari. Ini sangat mengganggu, apalagi bagi pedagang yang bergantung pada pembeli dari pengguna jalan,” ungkapnya.
Warga kemudian memasang kayu dan ranting di badan jalan sebagai tanda peringatan bagi pengendara agar mengurangi kecepatan, sekaligus sebagai simbol protes terhadap proyek yang dinilai tidak memperhatikan dampak lingkungan.
Masyarakat mendesak pihak kontraktor dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera mempercepat pengaspalan serta melakukan penyiraman rutin untuk mengurangi debu.
“Kalau proyek dibiarkan seperti ini tanpa solusi, masyarakat yang terus dirugikan,” tambahnya.
(SR).
Tidak ada komentar