
Takengon, SCNews.co.id – Ketua PSSI Aceh Tengah, Edwin Saputra, menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan sepak bola daerah dengan melakukan koordinasi dan “jemput bola” ke tingkat Provinsi Aceh. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pembinaan usia dini sekaligus membuka peluang lahirnya talenta-talenta muda sepak bola dari Aceh Tengah.
Menurut Edwin, pembinaan pemain muda harus dimulai sejak bangku sekolah. Karena itu, PSSI Aceh Tengah akan menyalurkan bantuan bola kepada sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP yang selama ini aktif mendukung kegiatan dan pembinaan sepak bola bersama PSSI Aceh Tengah.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap generasi muda. Kami ingin anak-anak Aceh Tengah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menjadi pesepak bola berprestasi. Pembinaan harus dimulai dari usia dini,” ujar Edwin.
Ia menjelaskan, penyaluran bola ke sekolah diharapkan dapat meningkatkan semangat siswa dalam berlatih sekaligus mendorong lahirnya bibit-bibit pemain berbakat yang kelak mampu mengharumkan nama Aceh Tengah di tingkat provinsi maupun nasional.
Selain fokus pada pembinaan atlet muda, Edwin juga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan olahraga, khususnya sepak bola. Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada sumber daya manusia, tetapi juga ditunjang oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.
“Kami berharap pemerintah lebih respek terhadap sepak bola. Salah satu kebutuhan mendesak adalah menghadirkan lapangan yang benar-benar layak. Stadion Musara Alun perlu mendapat perhatian serius agar menjadi fasilitas yang representatif bagi pembinaan dan kompetisi. Dengan fasilitas yang baik, anak-anak akan semakin termotivasi karena merasa pemerintah hadir dan peduli terhadap masa depan olahraga,” katanya.
Edwin menilai, jika dibandingkan dengan sejumlah kabupaten dan kota lain di Aceh, perkembangan sepak bola di Aceh Tengah masih tertinggal, terutama dari sisi fasilitas pendukung dan pembinaan berkelanjutan.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, klub, hingga masyarakat, untuk bersama-sama membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkesinambungan.
“PSSI Aceh Tengah siap bekerja keras membina generasi muda. Namun keberhasilan itu membutuhkan dukungan semua pihak. Kami ingin Aceh Tengah kembali dikenal sebagai daerah yang mampu melahirkan pesepak bola berbakat dan berprestasi,” tutup Edwin.
Redaksi
Tidak ada komentar