DEMA IAIN Takengon Ajak Mahasiswa Baru 2026 Ambil Komitmen Kawal Pemulihan Pascabencana dan Persoalan Inflasi Aceh Tengah

ADMIN
19 Agu 2026 04:17
BERITA 0 62
3 menit membaca

TAKENGON,SCNews.co.id — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Takengon mengajak seluruh mahasiswa baru tahun 2026 untuk mengambil sikap dan membangun komitmen bersama dalam mengawal percepatan pemulihan pascabencana serta menyuarakan persoalan ekonomi masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah.

Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Dalam momentum tersebut, DEMA IAIN Takengon menghadirkan sebuah papan komitmen mahasiswa yang ditandatangani oleh mahasiswa baru sebagai simbol kepedulian dan kesediaan untuk ikut mengawal persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Ketua DEMA IAIN Takengon menyampaikan bahwa bencana tidak seharusnya dianggap selesai ketika situasi darurat telah berlalu atau ketika pemberitaan di media mulai berkurang. Menurutnya, proses pemulihan masih menjadi pekerjaan bersama, khususnya ketika masih terdapat fasilitas dan infrastruktur yang belum kembali secara maksimal.

“Bagi masyarakat yang terdampak, bencana tidak selesai ketika berita berhenti. Masih ada proses pemulihan, masih ada fasilitas yang harus diperbaiki, dan masih ada kebutuhan masyarakat yang harus diperhatikan,” ujarnya dalam orasi tersebut.

Selain persoalan pascabencana, DEMA IAIN Takengon juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat Aceh Tengah, khususnya persoalan inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Juli 2026 Aceh Tengah mencatat inflasi year-on-year sebesar 6,91 persen, yang menjadi angka inflasi tertinggi di antara kabupaten/kota di Indonesia pada periode tersebut.

Sebelumnya, pada Juni 2026, Aceh Tengah juga mencatat inflasi tahunan sebesar 7,25 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi di antara wilayah penghitungan inflasi di Provinsi Aceh.

Bagi DEMA, angka tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai data statistik. Di balik angka inflasi terdapat persoalan nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari meningkatnya harga kebutuhan hingga meningkatnya beban kehidupan sehari-hari.

Karena itu, mahasiswa dinilai perlu memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi di daerahnya.

“Inflasi bukan hanya angka di atas kertas. Di balik angka itu ada masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Maka mahasiswa harus hadir, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga peka terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” tegasnya.

Papan komitmen yang ditandatangani mahasiswa baru 2026 kemudian menjadi simbol bahwa mahasiswa IAIN Takengon tidak ingin bersikap apatis terhadap persoalan daerah.

Melalui komitmen tersebut, mahasiswa diajak untuk mengawal percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana, mendorong perhatian terhadap kebutuhan masyarakat terdampak, serta menyuarakan persoalan ekonomi dan inflasi yang terjadi di Aceh Tengah.

DEMA IAIN Takengon menegaskan bahwa komitmen tersebut bukan berarti mahasiswa mengambil alih tugas pemerintah, melainkan menjalankan salah satu fungsi mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan kontrol sosial: mengawal, menyuarakan, mengkritisi, dan mendorong hadirnya solusi.

Semangat tersebut juga sejalan dengan tema PBAK 2026, yakni “Bersinergi dalam AKSI: Aktif, Kolaboratif, Solutif, dan Intelektual.”

“Hari ini kita menandatangani, tetapi komitmen ini tidak boleh berhenti di atas papan. Setelah PBAK selesai, mahasiswa harus tetap peduli dan terus mengawal. Kami tidak menjanjikan bahwa mahasiswa mampu menyelesaikan semuanya, tetapi kami berkomitmen untuk tidak memilih diam ketika masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian,” tutupnya.

Melalui momentum tersebut, DEMA IAIN Takengon berharap mahasiswa baru 2026 dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberanian untuk menyuarakan kepentingan masyarakat.

Bencana boleh berlalu, tetapi kepedulian tidak boleh berhenti.

Hari ini kita menandatangani.

Besok kita mengawal.

Dan seterusnya, kita bergerak bersama masyarakat.

DEMA IAIN Takengon — Bersinergi dalam AKSI.

 

Rill

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *