Muda Seudang dan Putroe Aceh Bireuen Bagikan Bendera, Ajak Masyarakat Rawat Perdamaian Aceh

ADMIN
15 Agu 2026 08:04
BERITA 0 18
2 menit membaca

BIREUEN, SCNews.co.id — Semangat perdamaian Aceh dan nasionalisme dipadukan dalam sebuah kegiatan kebersamaan yang digelar DPW Muda Seudang Kabupaten Bireuen bersama LSM Putroe Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Mengusung semangat memperingati 21 tahun perdamaian Aceh sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut menggandeng berbagai elemen masyarakat dan dipusatkan di Dayah Al-Manna, Desa Meunasah Tgk. Di Gadong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Sekitar 100 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kalangan pemuda, organisasi mahasiswa, santri, tokoh masyarakat hingga warga setempat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Sejumlah agenda digelar, mulai dari doa bersama, tausiyah, santunan anak yatim hingga pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat.

Pembagian bendera tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan. Kegiatan itu juga menjadi simbol ajakan untuk memperkuat persatuan serta menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat Aceh.

Ketua DPW Muda Seudang Kabupaten Bireuen, Sayed Chairul Raziq, mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak menjadikan perdamaian Aceh sebagai sekadar catatan sejarah.

Menurutnya, perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun merupakan ruang bersama yang harus dijaga dan diisi dengan kegiatan positif.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persaudaraan.

“Mari kita rawat perdamaian tanpa melupakan sejarah. Mari kita perjuangkan Aceh tanpa memusuhi Indonesia. Mari kita kritis tanpa kehilangan persaudaraan dan berbeda pilihan tanpa kehilangan persatuan,” ujar Sayed.

Menurut Sayed, perbedaan pandangan maupun aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus silaturahmi atau merusak persatuan masyarakat.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam merawat nilai-nilai perdamaian. Putroe Aceh, organisasi mahasiswa, pimpinan dan santri Dayah Al-Manna, tokoh masyarakat serta warga setempat ikut mengambil bagian dalam kegiatan.

Selain memperkuat kepedulian sosial melalui santunan anak yatim, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi untuk membangun komunikasi antarelemen masyarakat.

Sementara pembagian Bendera Merah Putih menjadi pesan sederhana namun kuat: semangat kemerdekaan dan perdamaian harus berjalan beriringan.

Muda Seudang dan Putroe Aceh mengajak masyarakat Bireuen menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan hanya dengan mengibarkan bendera, tetapi juga dengan menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan dan mengisi perdamaian dengan karya serta kegiatan yang bermanfaat.

Merawat Perdamaian, Menumbuhkan Kepedulian, Menguatkan Persatuan.

 

(SR)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *