Gerakan Pangan Murah Polres Aceh Tengah dan Bulog Salurkan 1 Ton Beras SPHP, 200 Warga Terbantu

ADMIN
5 Sep 2026 05:27
TNI POLRI 0 37
3 menit membaca

TAKENGON, SCNews.co.id — Upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Aceh Tengah terus dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi. Polres Aceh Tengah bersama Perum BULOG menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di depan Mako Polres Aceh Tengah, Kecamatan Lut Tawar, Sabtu, 6 September 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.10 WIB.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 200 sak beras SPHP kemasan 5 kilogram, dengan total mencapai 1 ton, disiapkan untuk masyarakat.

Setiap warga yang tercatat sebagai penerima atau pembeli mendapatkan satu sak beras kemasan 5 kilogram. Seluruh stok yang disediakan akhirnya tersalurkan kepada 200 orang masyarakat.

Sebelum gerai dibuka, personel Polres Aceh Tengah terlebih dahulu melakukan persiapan lokasi, mulai dari penataan beras, penyiapan gerai hingga memastikan mekanisme pelayanan berjalan tertib.

Sekitar pukul 08.45 WIB, Polres Aceh Tengah bersama pihak BULOG melakukan pengecekan akhir. Hasilnya, tersedia 200 sak beras SPHP atau setara 1.000 kilogram.

Gerai kemudian dibuka pada pukul 09.00 WIB. Masyarakat yang telah datang langsung mendapatkan pelayanan pembelian sesuai dengan ketersediaan beras.

Personel kepolisian turut melakukan pengaturan dan pendataan masyarakat selama proses berlangsung sehingga penyaluran dapat berjalan aman, tertib dan lancar.

Gerakan pangan murah tidak hanya berkaitan dengan penyaluran komoditas pangan dengan harga terjangkau. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Beras merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat. Perubahan harga beras secara langsung dapat memberikan tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Karena itu, stabilitas pasokan dan harga pangan menjadi persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak sosial.

Kolaborasi Polres Aceh Tengah dan BULOG dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dan negara di tengah masyarakat, khususnya dalam memastikan akses terhadap kebutuhan pangan pokok tetap tersedia.

Di sisi lain, keterlibatan kepolisian juga memberikan dukungan dari aspek pengamanan, ketertiban, pelayanan dan pemantauan selama proses penyaluran berlangsung.

Kondisi harga dan ketersediaan pangan menjadi salah satu aspek yang perlu terus dipantau. Gangguan pasokan dari daerah pemasok maupun hambatan distribusi berpotensi memengaruhi harga beras di tingkat konsumen.

Apabila kenaikan harga berlangsung dalam waktu panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap daya beli masyarakat dan berpotensi berkembang menjadi keluhan publik.

Karena itu, pemantauan harga, ketersediaan serta jalur distribusi pangan menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini.

Polres Aceh Tengah bersama BULOG dan instansi terkait juga diharapkan dapat mempertahankan koordinasi agar setiap persoalan terkait pasokan dan harga pangan dapat segera diantisipasi.

Selain menjaga ketersediaan, pengawasan distribusi juga penting dilakukan untuk mencegah potensi penyimpangan, pembelian yang tidak sesuai ketentuan, penimbunan maupun praktik perdagangan yang dapat mengganggu tujuan program stabilisasi pangan.

Setelah seluruh proses selesai, dilakukan pengecekan terhadap stok dan administrasi penjualan. Hasilnya, seluruh 200 sak atau 1 ton beras SPHP telah tersalurkan kepada masyarakat.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.10 WIB dalam keadaan aman, tertib dan lancar.

Respons positif masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa program pangan murah masih memiliki kebutuhan dan manfaat nyata di tengah masyarakat.

Ke depan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat terus disesuaikan dengan perkembangan harga dan kebutuhan masyarakat Aceh Tengah, sehingga intervensi pangan tidak hanya dilakukan ketika harga telah meningkat, tetapi juga dapat menjadi langkah antisipatif menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.

Rill

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *