Usai matangkan kolaborasi, KOHATI perkuat kesadaran Anti Bullying di SMP N 4 Takengon melalui edukasi dan roleplay 

ADMIN
2 Sep 2026 09:57
BERITA 0 80
3 menit membaca

TAKENGON,SCNews.co.id — KOHATI HMI Cabang Takengon-Bener Meriah bersama 13 perwakilan pelajar dari enam sekolah di Aceh Tengah mematangkan persiapan sosialisasi anti-bullying melalui pertemuan di Sekretariat KNPI Aceh Tengah, Senin (31/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian *KOHATI Goes to School*.

Para pelajar tersebut yakni Eduardo Amriyoga dan Fatar Rantoni dari SMK Negeri 5 Takengon; Fania Annasifa dan Afifa Izatunisa dari SMP Negeri 4 Takengon; Chairani Isva D., Firja Satila, dan Raden Wahyu S. dari SMP Negeri 1 Takengon; Habib Al Ikram dan Zhafran Khalish dari SMA Negeri 1 Takengon; Atika Yasmin dan Shafaira dari MAN 1 Aceh Tengah; serta Fakhri Chairullah Maram dan Misyari Al Alim dari SMK Negeri 1 Takengon.

Pertemuan tersebut membahas alur kegiatan, pembagian tugas, kebutuhan di lapangan, serta jadwal kunjungan ke sekolah. KOHATI berperan dalam penyampaian materi dan edukasi anti-bullying, sementara para pelajar melalui OSIS/OSIM turut membantu pengondisian peserta, pengaturan kelompok, serta mendukung kegiatan yang telah dipersiapkan di sekolah.

Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Takengon-Bener Meriah, Dhea Suliani, mengatakan pembagian peran tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi agar upaya pencegahan bullying dilakukan secara bersama-sama.

Sebagai tindak lanjut koordinasi tersebut, KOHATI mulai turun ke sekolah. Setelah melaksanakan sosialisasi di MAN 1 Aceh Tengah pada Selasa (1/9/2026), KOHATI kembali melaksanakan kegiatan di SMP Negeri 4 Takengon, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif dengan mengajak siswa berdiskusi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuknya, dampak, serta langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan bullying.

Para siswa menunjukkan antusiasme sepanjang kegiatan. Mereka sebelumnya telah mendapatkan edukasi mengenai bullying melalui PIK-Remaja (PIK-R) di sekolah. Pembina PIK-R, Hazizah, menyampaikan bahwa meskipun siswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai jenis dan dampak bullying, kehadiran KOHATI tetap memberikan ilmu dan sudut pandang baru.

Pemahaman tersebut terlihat dari keberanian siswa menjawab berbagai pertanyaan pemantik sejak awal kegiatan tanpa harus menunggu hadiah. Doorprize baru dibagikan setelah seluruh pertanyaan selesai.

Antusiasme siswa juga terlihat melalui *roleplay* drama pendek yang telah mereka persiapkan sendiri sebelum KOHATI hadir. Drama tersebut mengangkat cerita tentang seorang siswa yang gemar membaca tetapi mendapatkan ejekan dari temannya. Dalam cerita, siswa lain berperan membela korban dan membantu melaporkan kejadian kepada guru hingga permasalahan diselesaikan melalui mediasi dan pelaku meminta maaf. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan *Papan Kebaikan*, tempat siswa menuliskan pesan-pesan positif sebagai ajakan membangun lingkungan sekolah yang lebih ramah.

Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Takengon-Bener Meriah, Dhea Suliani, mengapresiasi antusiasme siswa dan menilai kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi kedua pihak. “Kami juga masih kurang dalam sosialisasi ini. Jadi kami saling memberikan semangat. Dari adik-adik di sini, kami juga mendapatkan ilmu baru,” ujarnya.

Kehangatan kegiatan terasa hingga akhir acara ketika para siswa menyampaikan apresiasi dan meminta KOHATI kembali berkunjung. Bagi KOHATI, kegiatan tersebut menegaskan bahwa upaya membangun kesadaran anti-bullying bukan tentang siapa yang mengajari dan siapa yang diajari, melainkan tentang saling berbagi, belajar, dan bergerak bersama menciptakan sekolah yang aman, ramah, dan saling menghargai.

Redaksi : SCNews.co.id

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *