Bupati Aceh Tengah Sampaikan Kebutuhan Penguatan Rumah Sakit Rujukan Wilayah Tengah di Forum DPD RI

ADMIN
12 Sep 2026 04:03
BERITA 0 34
3 menit membaca

Batam,SCNews.co.id – Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si memenuhi undangan resmi dan turut mengahdiri langsung Rapat Anggota DPD RI Subwilayah Barat I yang digelar di Hotel Wyndham Panbil, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (11/9/2026).

Rapat yang dihadiri sekitar 40 anggota DPD RI se-Sumatera tersebut mengangkat tema “Penguatan Sumatera Economic Corridor dan Pemulihan Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat”.

Sejumlah kepala daerah maupun perwakilan bupati dan wali kota turut hadir bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) serta sejumlah kementerian/lembaga terkait. Sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan, Anggota DPD RI Perwakilan Kepulauan Riau, Ismet Abdullah kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian DPD RI sebagai wakil-wakil rakyat daerah terhadap bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

“Pertemuan hari ini sangat penting karena kita akan membahas berbagai program pemulihan pascabencana. Tujuan utamanya adalah memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan kondisi yang lebih baik,” ujarnya.

Selain pemulihan masyarakat, kita juga perlu memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat bencana. Infrastruktur yang hancur harus segera dibangun kembali dan dapat berfungsi dengan baik, sehingga mampu mendukung kembali aktivitas serta roda perekonomian di tiga provinsi tersebut.

Dalam forum tersebut, Bupati Haili Yoga berkesempatan menyampaikan sejumlah kondisi dan kebutuhan strategis daerah, khususnya terkait pelayanan kesehatan dan infrastruktur rumah sakit rujukan. Ia menegaskan, Kabupaten Aceh Tengah memiliki posisi penting sebagai wilayah rujukan bagi masyarakat dari sejumlah kabupaten di kawasan tengah Aceh.

Menurut Bupati, rumah sakit di Aceh Tengah saat ini menjadi salah satu fasilitas rujukan bagi masyarakat dari empat kabupaten, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, serta wilayah tertentu dari Aceh Tenggara. Kondisi tersebut membuat peningkatan kapasitas dan kualitas fasilitas kesehatan di Aceh Tengah menjadi kebutuhan yang mendesak.

Bupati menjelaskan, sebagian bangunan dan fasilitas rumah sakit yang ada saat ini merupakan bangunan lama yang telah berusia puluhan tahun. Meskipun sudah terdapat beberapa gedung baru, sejumlah fasilitas pendukung, termasuk ruang pelayanan tertentu, masih membutuhkan pembenahan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih layak dan optimal kepada masyarakat.

Karena itu, Bupati Aceh Tengah memohon dukungan DPD RI agar peningkatan fasilitas rumah sakit rujukan di wilayah tengah Aceh dapat menjadi perhatian bersama. Menurutnya, keberadaan rumah sakit yang memadai sangat penting mengingat masyarakat di wilayah tengah harus menempuh perjalanan hingga 10 sampai12 jam apabila membutuhkan pelayanan kesehatan rujukan ke wilayah pesisir.

Selain persoalan kesehatan, Bupati juga menyampaikan kondisi ekonomi masyarakat Aceh Tengah yang menghadapi tantangan akibat tingginya biaya distribusi barang. Letak geografis dan kondisi infrastruktur menyebabkan harga sejumlah kebutuhan pokok dan bahan bangunan relatif tinggi. Bahkan, harga semen di daerah tersebut pernah mencapai sekitar Rp120 ribu per sak, yang turut memberikan tekanan terhadap biaya pembangunan dan kehidupan masyarakat.

Bupati berharap forum DPD RI dapat menghasilkan perhatian dan langkah konkret pemerintah pusat terhadap kebutuhan pembangunan di kawasan tengah Aceh, baik dalam penguatan infrastruktur kesehatan maupun dukungan terhadap pembangunan dan pemulihan ekonomi daerah. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, DPD RI, dan pemerintah pusat sangat diperlukan agar kesenjangan pelayanan serta pembangunan antarwilayah dapat terus dikurangi.

Rapat ini juga dihadiri oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamuddin, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Gubernur Aceh, Fadullah, Gubernur Kepulauan Riau, Gubernur Sumatera Barat, serta anggota DPD RI asal Aceh seperti Haji Uma, Tgk. Ahmada, dan Azhari Cage serta Kepala Daerah.

 

Rill

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *