
Takengon,SCNews.co.id- Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., turut mengikuti pelaksanaan data Sensus Ekonomi dengan menyambangi langsung Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Tengah, Rabu, (09/09/2026).
Kehadiran Bupati Haili Yoga sekaligus menunjukkan dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terhadap pelaksanaan pendataan yang dilakukan BPS. Dalam proses tersebut, Bupati mengikuti wawancara sebagaimana masyarakat lainnya dengan memberikan informasi terkait usaha, kondisi keluarga, serta aset yang dimiliki.

Bupati Haili Yoga menyampaikan apresiasi kepada BPS atas pelaksanaan sensus yang dinilai telah berjalan baik dan bahkan mampu melampaui target yang ditetapkan di Provinsi Aceh.
“Terima kasih, kita bisa bersilaturahmi. Kami mengapresiasi kinerja BPS terkait Sensus Ekonomi yang sudah melebihi target di Provinsi Aceh. Seluruh aparatur mendukung penuh. Ini sebuah kinerja”, Kata Haili Yoga.
Menurutnya, pendataan yang dilakukan BPS sangat penting karena menghasilkan data yang dapat menjadi rujukan pemerintah dalam mengambil kebijakan. “Sensus mencari data yang benar untuk mengambil suatu kebijakan, yang merujuk pada data yang disensus”, sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Haili Yoga juga menyinggung persoalan inflasi yang dihadapi Aceh Tengah. Ia mengatakan, tingginya biaya transportasi akibat infrastruktur dampak bencana menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga barang di daerah.
Persoalan tersebut, kata dia, telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan melihat harga barang, tetapi juga harus memperhatikan biaya distribusi dan ongkos transportasi yang tinggi serta terpenting infrastruktur jalan jembatan yang menjadi faktor utama.
“Inflasi disebabkan karena transportasi, biaya ongkos yang besar. Solusinya bukan di harga barang, tetapi biaya ongkos transportasi yang membengkak”, jelasnya.
Selain upaya pengendalian harga, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan, terutama dengan menanam sayur-mayur untuk memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat.
Haili Yoga menilai pembenahan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam mengatasi persoalan distribusi dan inflasi, terutama setelah daerah menghadapi dampak bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, Kepala BPS Aceh Tengah, Andi Hardiyanto, SST., menjelaskan bahwa proses pendataan dilakukan melalui wawancara langsung dengan masyarakat, termasuk pendataan yang dilakukan terhadap Bupati Aceh Tengah.
Menurutnya, pendataan tidak hanya mencakup kegiatan ekonomi, tetapi juga kondisi keluarga serta usaha yang dimiliki masyarakat, baik dari sektor pertanian maupun nonpertanian.
Hingga saat ini, sebanyak 57.900 keluarga telah didata. Pendataan tersebut bahkan telah menjangkau wilayah Kemukiman Pameu.
Untuk sektor pertanian, petugas telah mendata 61.363 usaha pertanian. Sementara itu, sektor nonpertanian tercatat sebanyak 17.065 usaha, yang mencakup antara lain kegiatan jasa dan industri.
Andi Hardiyanto menyebut progres pelaksanaan sensus di Aceh Tengah telah melampaui target yang ditetapkan untuk Provinsi Aceh. “Kami berterima kasih kepada Bupati dan pemerintah daerah, serta pemerintah desa yang telah mendukung pelaksanaan pendataan ini”, ujar Andi.
Ia menjelaskan, hasil pendataan nantinya dapat menjadi bagian dari pemutakhiran data pemerintah, termasuk mendukung pembaruan data yang digunakan dalam program kesejahteraan sosial.
Terkait kondisi inflasi Aceh Tengah, pemerintah daerah juga terus melakukan langkah pengendalian, khususnya pada komoditas pangan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Gerakan Pangan Murah oleh Pememrintah Daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah berbagai tantangan distribusi.
Redaksi
Tidak ada komentar