
Takengon,SCNews.co.id — 4 Oktober 2026.Masyarakat Desa Gelampang Gading, Kecamatan Lingge, Kabupaten Aceh Tengah, mengaku kecewa dengan aktivitas kendaraan berkapasitas besar yang kerap melintasi jalan desa dan menggunakan jembatan darurat yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.
Jembatan yang menjadi akses penting bagi warga tersebut disebut berulang kali mengalami kerusakan, bahkan ambruk, setelah dilintasi kendaraan dengan muatan dan kapasitas besar.
Kondisi itu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan keresahan karena jembatan tersebut dibangun menggunakan swadaya masyarakat untuk memastikan akses warga tetap dapat digunakan.
Warga menilai, aktivitas kendaraan bertonase besar semestinya memperhatikan kemampuan infrastruktur jalan dan jembatan yang dilalui. Sebab, fasilitas tersebut bukan dibangun untuk menahan beban kendaraan berat secara terus-menerus.
Masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan untuk mengevaluasi aktivitas kendaraan besar yang melintasi jalur tersebut serta mencari solusi agar akses masyarakat tidak terus mengalami kerusakan.
Warga juga meminta adanya pengawasan terhadap penggunaan jalan desa, sehingga kepentingan kegiatan usaha maupun aktivitas kendaraan berat tetap berjalan tanpa mengorbankan fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat yang membangun dengan swadaya, masyarakat pula yang harus terus menanggung akibat kerusakannya,” menjadi harapan warga agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Redaksi
Tidak ada komentar