
TAKENGON, SCNews.co.id — 07 Oktober 2026.Polemik pelaksanaan Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (7/10/2026), kembali mencuat. Di tengah klarifikasi Iwan Mahara yang menegaskan dirinya tidak pernah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Karang Taruna Aceh Tengah, muncul pernyataan berbeda dari Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi Aceh, Helmy.
Jika klarifikasi Iwan lebih menitikberatkan pada dirinya yang tidak pernah mencalonkan diri, Helmy justru menyampaikan keberatan terhadap proses pelaksanaan Temu Karya, khususnya terkait adanya salah satu calon yang disebut tidak dapat melanjutkan pencalonannya.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, sebelum kegiatan Temu Karya dimulai, sempat terjadi perdebatan antara Sekretaris Jenderal Karang Taruna Provinsi Aceh dengan Wakil Ketua Karang Taruna Provinsi Aceh, Helmy.
Dalam perdebatan tersebut, Helmy secara tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap panitia pelaksana. Ia mempertanyakan objektivitas proses, terutama menyangkut keputusan terhadap salah satu kandidat yang akhirnya tidak dapat mencalonkan diri.
Helmy disebut menilai proses tersebut perlu dipertanyakan karena menyangkut hak seseorang untuk mengikuti kontestasi dalam organisasi kepemudaan tersebut.
Lebih jauh, Helmy juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki beban moral atas terdiskualifikasinya salah satu calon Ketua Karang Taruna Aceh Tengah.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena muncul di tengah situasi Temu Karya yang sejak awal telah diwarnai perdebatan mengenai persyaratan dan mekanisme pencalonan.
Di sisi lain, Iwan Mahara telah memberikan klarifikasi bahwa namanya yang sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu kandidat bukan berasal dari pendaftaran dirinya.
“Saya tidak pernah mencalonkan diri sebagai calon Ketua Karang Taruna Aceh Tengah. Jangankan untuk mencalonkan diri, berniat pun saya tidak pernah,” tegas Iwan.
Iwan juga menyatakan bahwa saat Temu Karya berlangsung, dirinya sedang berada di Banda Aceh.
Dengan munculnya dua pernyataan tersebut, polemik Temu Karya Karang Taruna Aceh Tengah tidak hanya menyangkut siapa yang maju sebagai kandidat, tetapi juga menyisakan pertanyaan mengenai mekanisme pencalonan, dasar keputusan panitia, serta objektivitas proses seleksi kandidat.
Karena itu, transparansi panitia dan penjelasan dari pihak-pihak yang terlibat menjadi penting agar persoalan tidak berkembang menjadi spekulasi dan menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat maupun kader Karang Taruna.
SCNews.co.id akan terus mengikuti perkembangan polemik Temu Karya Karang Taruna Aceh Tengah dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.
Redaksi
Tidak ada komentar