Revitalisasi Sekolah Digenjot, Mutu Pendidikan di pertanyakan GMNI Bener Meriah Desak Bupati evaluasi PLT Kadis Pendidikan

ADMIN
11 Agu 2026 14:25
BERITA 0 157
3 menit membaca

BENER MERIAH,SCNews.co.id — Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Bener Meriah terus menjadi perhatian. Namun, di tengah besarnya perhatian terhadap pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah peningkatan mutu pendidikan juga mendapat perhatian yang sama?

Afrian Toga Ketua GMNI Bener Meriah mengatakan dalam rilisnya Revitalisasi bangunan sekolah tentu penting. Ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak merupakan bagian dari hak peserta didik. Namun, pendidikan tidak berhenti pada tembok, atap, lantai, maupun fasilitas fisik. Di balik sebuah gedung sekolah terdapat guru yang mengajar, siswa yang belajar, serta sistem pendidikan yang harus mampu menghasilkan generasi berkualitas

Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah dinilai perlu memastikan program pembangunan fisik berjalan seimbang dengan agenda peningkatan mutu pendidikan.

Persoalan guru, pemerataan tenaga pendidik, kualitas pembelajaran, prestasi siswa, kedisiplinan, serta capaian pendidikan harus menjadi bagian utama dari evaluasi.

Jangan sampai sekolah terlihat semakin bagus secara fisik, tetapi kualitas pembelajarannya tidak mengalami perubahan yang berarti.

Kondisi sejumlah sekolah yang terdampak bencana juga semestinya menjadi perhatian serius. Infrastruktur pendidikan yang rusak harus dipulihkan, tetapi proses pendidikan anak-anak tidak boleh ikut tertinggal. Pemerintah perlu memastikan siswa tetap mendapatkan layanan pendidikan yang layak selama proses pemulihan berlangsung.

Di sisi lain, pemerataan pendidikan juga masih menjadi pekerjaan penting. Anak-anak yang berada di wilayah perkotaan dan pelosok harus mendapatkan kesempatan yang relatif setara untuk memperoleh guru berkualitas, fasilitas belajar, serta layanan pendidikan yang memadai.

Dalam konteks tersebut, evaluasi terhadap kinerja Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) dinilai layak dilakukan.

Evaluasi bukan berarti menghakimi, melainkan bagian dari mekanisme pemerintahan untuk mengukur apakah kebijakan, program, dan kinerja pejabat yang bertanggung jawab sudah berjalan sesuai target.

Publik berhak mengetahui apa indikator peningkatan mutu pendidikan yang telah dicapai. Berapa capaian prestasi siswa? Bagaimana pemerataan guru? Bagaimana perkembangan hasil belajar? Bagaimana kondisi sekolah pascabencana? Dan sejauh mana program pendidikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka dengan data, bukan sekadar melalui laporan administratif.

Revitalisasi jangan sampai menjadi satu-satunya wajah pembangunan pendidikan Bener Meriah.

Pembangunan fisik memang dapat dilihat dengan mata. Tetapi keberhasilan pendidikan sesungguhnya terlihat dari kualitas guru, kemampuan siswa, prestasi yang diraih, angka keberlanjutan pendidikan, serta kemampuan sekolah memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan, termasuk memastikan apakah jajaran Dinas Pendidikan telah memberikan perhatian yang proporsional antara pembangunan sarana dan peningkatan mutu.

Jika ditemukan kelemahan, pembenahan harus dilakukan. Jika target belum tercapai, harus ada langkah koreksi. Dan jika diperlukan penyegaran terhadap jajaran yang bertanggung jawab, evaluasi harus dilakukan secara objektif berdasarkan kinerja dan capaian.

Masyarakat tidak sedang menolak revitalisasi sekolah. Yang dipertanyakan adalah bagaimana revitalisasi tersebut menjadi bagian dari strategi besar meningkatkan kualitas pendidikan, bukan sekadar keberhasilan membangun atau memperbaiki gedung.

Bener Meriah membutuhkan sekolah yang layak, guru yang berkualitas, siswa yang berprestasi, serta kebijakan pendidikan yang benar-benar hadir sampai ke pelosok.

Sebab pada akhirnya, yang diwariskan pemerintah kepada generasi mendatang bukan hanya bangunan sekolah, tetapi kualitas manusia yang lahir dari dalamnya.

 

Redaksi

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *