Klarifikasi Aroma Tak Sedap, Pengusaha Tahu Janji Segera Benahi.

ADMIN
26 Sep 2026 02:01
BERITA 0 44
3 menit membaca

ACEH TENGAH, SCNews.co.id — 26 September 2026.Keluhan masyarakat terkait aroma tak sedap yang tercium di sekitar Jalan Takengon–Bintang, tepatnya kawasan Desa One-One, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, mendapat klarifikasi dari pengusaha pabrik tahu setempat.

Nanang, pemilik usaha pabrik tahu yang berada di sekitar lokasi, membenarkan bahwa aroma tak sedap yang muncul di kawasan tersebut berkaitan dengan adanya genangan air limbah yang tidak mengalir dengan baik, terutama ketika musim kering.

“Memang aromanya berasal dari genangan air limbah yang tidak mengalir, apalagi saat musim kering,” ujar Nanang saat dikonfirmasi.

Namun, menurut Nanang, kondisi tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh aktivitas pabrik tahu. Ia menjelaskan, persoalan aliran limbah juga dipengaruhi oleh kerusakan pipa serta gorong-gorong yang berada di bawah badan jalan.

Ia menyebut gorong-gorong tersebut saat ini telah tertutup sehingga menyulitkan proses penggalian secara manual untuk memperbaiki saluran yang tersumbat.

Nanang juga memberikan penjelasan mengenai karakteristik air limbah dari proses produksi tahu miliknya.

Ia menyampaikan bahwa bahan yang digunakan dalam proses produksi berasal dari bahan organik dan tidak menggunakan zat kimia berbahaya.

“Air limbah itu tidak berbahaya karena obat atau bahan yang kami gunakan semuanya organik, tidak menggunakan zat kimia,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa genangan air limbah yang tidak mengalir dapat menimbulkan aroma yang mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Sebagai bentuk upaya mengatasi persoalan tersebut, Nanang mengatakan pihaknya akan segera memperbaiki saluran pembuangan limbah dari pabrik tahu miliknya.

Menurutnya, perbaikan saluran akan dilakukan seiring dengan rencana pembangunan gorong-gorong di kawasan tersebut yang akan dilaksanakan pemerintah.

Ia berharap keberadaan gorong-gorong yang lebih baik nantinya dapat membantu memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya genangan di sekitar lokasi.

“Selama ini saya cukup kooperatif dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Kerusakan ini terjadi akibat dampak dari pralon yang sebelumnya saya pasang mengalami kerusakan dan tidak berfungsi lagi,” jelas Nanang.

Ia menegaskan akan segera melakukan perbaikan terhadap saluran limbah pabriknya agar persoalan genangan dan aroma tak sedap tidak terus mengganggu masyarakat.

“Saya berjanji akan secepatnya memperbaiki saluran limbah pabrik saya,” tegasnya.

Persoalan aroma tidak sedap di kawasan tersebut kini berkaitan erat dengan kondisi saluran air dan gorong-gorong di bawah badan jalan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Tengah, Vizas Pisara, menyampaikan bahwa ruas Jalan Takengon–Bintang merupakan jalan provinsi yang sedang mendapatkan penanganan pada 2026 melalui dana TKD Provinsi Aceh.

Vizas juga menyebut pekerjaan drainase di Desa One-One sedang dilakukan oleh PT Nadya Karya serta pihaknya mendorong percepatan pembangunan gorong-gorong atau jembatan mini di lokasi tersebut.

Dengan adanya rencana perbaikan infrastruktur serta komitmen pengusaha untuk memperbaiki saluran limbah, masyarakat berharap persoalan genangan dan aroma tak sedap di kawasan tersebut dapat segera teratasi.

Pemeriksaan lebih lanjut dari instansi lingkungan hidup tetap diperlukan untuk memastikan kondisi saluran dan pengelolaan limbah di lapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Redaksi

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *