
Takengon, SCNews.co.id —22 Agustus 2026.Aktivis sekaligus politisi muda Aceh Tengah, Julian Binasco, meminta Pertamina dan seluruh pengelola SPBU di Aceh Tengah meningkatkan pelayanan dengan membuka operasional selama 24 jam.
Permintaan tersebut disampaikan Julian setelah menerima keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Salah satu keluhan terjadi di SPBU Kemili pada Sabtu (22/8/2026), ketika seorang warga mengaku telah mengantre berjam-jam namun akhirnya pulang tanpa mendapatkan BBM.
Menurut Julian, masyarakat tidak seharusnya dirugikan akibat antrean panjang dan keterbatasan waktu pelayanan.
«“Masyarakat sudah mengantre berjam-jam. Ketika tiba waktunya, mereka justru harus pulang dengan tangan kosong. Pelayanan seperti ini harus dievaluasi,” tegas Julian.»
Ia juga meminta Pertamina memastikan transparansi distribusi dan ketersediaan BBM di setiap SPBU. Julian menilai dugaan adanya BBM yang masih tersedia tetapi tidak disalurkan kepada masyarakat perlu ditelusuri secara serius.
“Kami tidak menuduh pihak tertentu. Tetapi kalau masyarakat melihat stok masih ada sementara mereka tidak mendapatkan BBM, ini harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai muncul dugaan BBM ditimbun atau disalurkan tidak sesuai peruntukannya,” ujarnya.
Julian menegaskan, pembukaan layanan 24 jam dinilai dapat menjadi salah satu solusi mengurai antrean sekaligus memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat.
Ia meminta Pertamina dan pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi BBM di Aceh Tengah agar kebutuhan masyarakat tidak kembali terganggu.
Yusra Efendi
Tidak ada komentar