GAM DESAK PENANGANAN TRANSPARAN ATAS INSIDEN KEKERASAN TERHADAP WARGA SIPIL DI TIRO, PIDIE

ADMIN
5 Nov 2026 14:29
BERITA 0 46
2 menit membaca

BANDA ACEH, SCNews.co.id – Juru Bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Bakhtiar Abdullah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa kekerasan di Pulo Keunari, Tiro, Kabupaten Pidie, yang dilaporkan mengakibatkan korban jiwa dan sejumlah warga mengalami luka-luka.

GAM menilai peristiwa tersebut perlu mendapat perhatian serius seluruh pihak, khususnya terkait perlindungan masyarakat sipil, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan keberlangsungan perdamaian Aceh.

GAM meminta TNI agar mengedepankan pendekatan persuasif dan proporsional dalam menjalankan tugas, serta memastikan masyarakat sipil tidak menjadi korban dalam setiap tindakan aparat.

“Kami berharap persoalan ini diselesaikan secara terbuka, objektif, dan melalui mekanisme hukum. Perdamaian Aceh harus dijaga dengan mengedepankan dialog, keadilan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat,” demikian pernyataan GAM.

GAM juga mendorong Panglima TNI dan jajaran terkait untuk memberikan penjelasan resmi serta memastikan investigasi yang transparan terhadap peristiwa tersebut.

Kepada DPRA, GAM meminta agar fungsi pengawasan dijalankan dengan memfasilitasi klarifikasi bersama pihak terkait dan mendorong perlindungan serta pemulihan hak-hak korban.

Sementara kepada Gubernur Aceh, GAM berharap pemerintah daerah mengambil peran aktif membangun komunikasi dengan seluruh pihak guna mencegah persoalan berkembang dan menjaga stabilitas perdamaian.

GAM juga mengharapkan Lembaga Wali Nanggroe dapat mengambil peran sebagai unsur pemersatu dengan mendorong dialog dan penyelesaian secara bermartabat.

Menurut GAM, MoU Helsinki 15 Agustus 2005 merupakan komitmen penting untuk mengakhiri konflik dan membangun masa depan Aceh yang damai. Karena itu, setiap persoalan yang menyangkut keselamatan rakyat harus diselesaikan dengan mengedepankan hukum, keadilan, dan komunikasi yang konstruktif.

“Kami tidak menghendaki kembalinya konflik. Kami ingin perdamaian Aceh tetap terpelihara, kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara terjaga, dan setiap persoalan diselesaikan tanpa kekerasan,” tegas Bakhtiar Abdullah.

Atas nama Juru Bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM)

Bakhtiar Abdullah

 

Redaksi

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *