
Takengon, SCNews.co.id — Jum’at 17 April 2026.Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak menuju Dusun Kala Weh Ilang, Kecamatan Batu Lintang (Batu Lintang), Kabupaten Aceh Tengah akhirnya mendapat tanggapan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Tengah, Pizas Pisara.
Dalam keterangannya, Pizas mengakui bahwa ruas jalan dari Pantan Musara menuju Dusun Kala Weh Ilang sepanjang kurang lebih 7 kilometer saat ini memang dalam kondisi rusak berat.
Jalan tersebut masih berupa tanah, sehingga ketika hujan turun berubah menjadi becek dan sulit dilalui kendaraan.
“Memang benar kondisi jalan tersebut rusak berat. Karena masih tanah, saat hujan turun kendaraan hampir tidak bisa melintas,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, terakhir kali perbaikan jalan tersebut dilakukan sekitar tahun 2014 melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Namun sejak itu, belum ada peningkatan signifikan yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah.
Menurut Pizas, kendala utama yang dihadapi bukan semata persoalan anggaran, melainkan status kawasan. Ruas jalan menuju Dusun Kala Weh Ilang berada di dalam kawasan hutan lindung, sehingga pemerintah daerah tidak bisa sembarangan melakukan pembangunan, termasuk pengaspalan.
“Karena berada di kawasan hutan lindung, kami hanya bisa melakukan pembangunan jalan sampai di Desa Pantan Musara, yang menjadi titik nol,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan persoalan ini tetap menjadi perhatian serius Dinas PUPR, ungkapnya,pihaknya akan berupaya melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mengusulkan perubahan fungsi kawasan ke kementerian terkait sesuai UU No 11 tahun 2020,Aturan Pemerintah No 23 Tahun 2021 Dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) , sehinga pembangunan jalan ini dapat dilaksanakan di masa yang akan datang.
“Kami akan coba koordinasi dengan Bappeda untuk mengusulkan proses peralihan fungsi kawasan ke kementerian. Ini memang membutuhkan waktu dan proses yang panjang,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Pizas berharap masyarakat Dusun Kala Weh Ilang dapat bersabar sembari pemerintah daerah mengupayakan solusi yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Permasalahan akses jalan ini sendiri telah lama menjadi keluhan warga, karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, terutama dalam pengangkutan hasil pertanian serta mobilitas sehari-hari masyarakat setempat.
Yusra Efendi
Tidak ada komentar