Merajut Silaturahmi di Mapolda Aceh: Wujud Nyata Rumah Nyaman bagi Rakyat Serambi Mekah

ADMIN
20 Jun 2026 03:44
BERITA 0 45
3 menit membaca

BANDA ACEH ,SCNews.co.id — Di bawah temaram lampu panggung seni budaya dan deretan stan pameran yang mewakili ragam keunikan dari seluruh kabupaten/kota, Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Aceh bertransformasi menjadi sebuah pelataran budaya yang hangat.

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara kali ini tidak sekadar menjadi seremonial institusi, melainkan ruang rindu tempat bertemunya seluruh elemen masyarakat dari berbagai pelosok Serambi Mekah.

​Kehadiran ribuan warga yang memadati Mapolda Aceh memicu apresiasi mendalam dari kelompok pemuda. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon-Bener Meriah, Afdhalal Gifari, memandang agenda besar ini sebagai jembatan rasa yang humanis, meruntuhkan sekat birokrasi, dan membangun kepercayaan tulus antara polisi dan warga.

“Peringatan HUT Bhayangkara tahun ini telah menjadi momentum yang sangat menyentuh. Di sinilah seluruh masyarakat dari penjuru Aceh berkumpul, bersilaturahmi, dan melepas rindu dalam sebuah ruang yang mereka rasakan sendiri kenyamanan dan ketenteramannya. Mapolda Aceh telah menjadi rumah yang teduh bagi rakyatnya,” ungkap Afdhalal dengan penuh rasa kagum.

​Di tengah antusiasme yang luar biasa, Afdhalal meluruskan bahwa kemeriahan ini justru berdiri kokoh di atas fondasi nilai-nilai luhur Aceh. Ia menilai kepanitiaan acara memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap norma agama, adat istiadat, dan kearifan lokal yang menjadi napas kehidupan masyarakat Aceh.

​Komitmen religius ini terlihat nyata dari penerapan pemisahan (segregasi) ruang yang tertib antara penonton laki-laki dan perempuan, yang diberlakukan secara humanis sejak pintu gerbang utama hingga ke area pertunjukan.

​”Pengaturan lokasi antara laki-laki dan perempuan dilakukan secara terpisah dengan sangat apik. Ini bukan sekadar aturan formal, melainkan bukti kesungguhan dan penghormatan tinggi dari pihak kepolisian untuk menjaga marwah, tata krama, serta kesucian Syariat Islam yang kita junjung tinggi di tanah Serambi Mekah ini,” jelas Afdhalal.

​Bagi generasi muda, bersatunya representasi warga dari dataran tinggi Gayo hingga pesisir pantai Aceh dalam suasana damai ini adalah refleksi batin dari arah baru kepolisian daerah setempat. Rangkaian kegiatan kultural dan pameran stan ini dinilai berhasil menangkap esensi sejati dari visi filosofis pimpinan Polda Aceh.

“Kegiatan ini bernyawa. Ia mengalirkan makna sesungguhnya dari tagline ‘Polda Aceh Meutuah, Menuju Aceh Meusyeuhu’. Kita melihat langsung aspek meutuah—sebuah kemuliaan dan keberkahan kepolisian dalam mengayomi rakyatnya dengan hati.

Kenyamanan yang dirasakan masyarakat hari ini adalah modal spiritual berharga untuk membawa Aceh bergerak maju menuju masa depan yang meusyeuhu, yang masyhur dan dikenal dunia karena kedamaian serta kemajuannya,” tutur Afdhalal emosional.

​Melalui kehangatan yang tercipta di pengujung hari jadi kepolisian ini, HMI Cabang Takengon-Bener Meriah menaruh harapan besar agar pendekatan pelayanan yang berbasis ketulusan, budaya, dan kearifan lokal ini terus dirawat. Karena pada akhirnya, rasa aman terbaik adalah ketika rakyat merasa memiliki dan mencintai institusi kepolisiannya sendiri.

 

Redaksi

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *