Kapolda Aceh Beri Kuliah Umum di Unpri Medan, Tekankan Peran Kearifan Lokal dalam Menjaga Kamtibmas.

ADMIN
13 Mar 2026 10:35
TNI POLRI 0 31
2 menit membaca

Medan, SCNews.co.id – 13 Maret 2026.Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, yang berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memberikan kuliah umum di Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan pada Kamis (12/3/2026).

Kuliah tersebut mengangkat tema “Local Wisdom dalam Merawat Kamtibmas dan Penegakan Hukum” dan diikuti ratusan mahasiswa serta civitas akademika.

Dalam paparannya, Kapolda Aceh menegaskan bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

Menurut Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta norma yang hidup di tengah masyarakat merupakan kekuatan sosial yang mampu memperkuat stabilitas keamanan apabila dikelola dengan baik.

“Kearifan lokal merupakan bagian penting dalam menjaga kamtibmas. Pendekatan budaya dan nilai-nilai masyarakat dapat menjadi jembatan dalam menciptakan keamanan yang lebih humanis dan berkeadilan,” ujarnya di hadapan para mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya dilakukan melalui pendekatan formal semata, tetapi juga perlu didukung pendekatan sosial dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, Kapolda Aceh juga menyoroti peran strategis generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai agen perubahan yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga persatuan, toleransi, serta stabilitas sosial.

“Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa. Saya berharap mereka menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta ikut berkontribusi menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. juga menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam merawat keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Ketika masyarakat, akademisi, dan aparat penegak hukum dapat bersinergi dengan baik, maka stabilitas keamanan akan lebih mudah tercipta,” jelasnya.

Kuliah umum berlangsung interaktif. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti jalannya diskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan kearifan lokal dalam penyelesaian konflik sosial dan praktik penegakan hukum di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis nilai budaya serta kearifan lokal.(humas/polda aceh)

 

Riil

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *