Takengon, SCNews.co.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai salah satu program prioritas pemerintah ternyata belum dirasakan seluruh siswa di pelosok Kabupaten Aceh Tengah.
Kondisi tersebut menjadi sorotan dari SD Negeri 16 Pegasing yang berada di Desa Berawang Baro, Kecamatan Pegasing. Hingga saat ini, para siswa di sekolah tersebut disebut belum menerima manfaat program MBG.
Sudah sekitar dua tahun program MBG berjalan, namun persoalan pemerataan masih menjadi harapan bagi siswa yang berada di wilayah ujung Kecamatan Pegasing tersebut.
Kekecewaan dan harapan para siswa kemudian dituangkan melalui sebuah video. Dalam video tersebut, sejumlah siswa menyanyikan lagu bertema MBG sebagai bentuk penyampaian aspirasi karena program makanan bergizi gratis yang mereka harapkan belum mereka rasakan.
Aksi sederhana itu menjadi gambaran bahwa bagi anak-anak sekolah, MBG bukan sekadar program pemerintah, tetapi juga sesuatu yang mereka nantikan untuk menunjang kebutuhan gizi selama mengikuti proses belajar.
Para siswa berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut dan memastikan program MBG dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh siswa yang berada di wilayah pelosok.
“Kami juga ingin mendapatkan MBG,” menjadi pesan yang tergambar dari ekspresi dan nyanyian para siswa dalam video tersebut.
Persoalan ini sekaligus menjadi pertanyaan mengenai sejauh mana pemerataan program MBG telah berjalan di Kabupaten Aceh Tengah. Jangan sampai jarak dan letak geografis menjadi alasan anak-anak di pelosok kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hak yang sama.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan pengecekan dan memberikan penjelasan terkait kondisi SD Negeri 16 Pegasing, termasuk memastikan apakah sekolah tersebut memang belum masuk dalam sasaran program MBG dan apa kendala yang menyebabkan belum tersalurkannya program tersebut.
Sebab, semangat utama MBG adalah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan makanan bergizi tanpa membedakan apakah mereka belajar di pusat kota maupun di pelosok daerah.
Kini, suara para siswa SD Negeri 16 Pegasing telah disampaikan melalui lagu. Tinggal menunggu, apakah suara sederhana dari anak-anak pelosok tersebut akan mendapat jawaban dari pemerintah.
Redaksi: SCNews.co.id
Tidak ada komentar