Layanan Jantung Terganggu, RSUD Datu Beru Akhirnya Klarifikasi: Alat Utama Rusak

ADMIN
4 Sep 2026 12:47
BERITA 0 60
3 menit membaca

Takengon, SCNews.co.id —4 September 2026.Menindaklanjuti perhatian publik terkait layanan jantung di RSUD Datu Beru Takengon yang disebut lama tidak aktif, kini pihak manajemen rumah sakit akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi mengenai kondisi layanan Cathlab.

Melalui siaran pers tertanggal 4 September 2026, Manajemen RSUD Datu Beru menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan Cathlab atau Catheterization Laboratory akibat kerusakan pada alat utama.

Dalam keterangannya, pihak rumah sakit menyebutkan bahwa peralatan tersebut saat ini sedang dalam proses perbaikan dan penggantian.

“Manajemen RSUD Datu Beru menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas terganggunya layanan Cathlab akibat kerusakan alat utama yang saat ini sedang dalam proses perbaikan dan penggantian,” demikian disampaikan Koordinator Humas RSUD Datu Beru, N. Himawan, SKM, MH, dalam siaran persnya.

Klarifikasi tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa terganggunya pelayanan Cathlab memang berkaitan dengan kondisi alat utama yang mengalami kerusakan.

Sebelumnya, aktivis Aceh Tengah Ruhdi Sahara meminta pihak RSUD Datu Beru memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status peralatan layanan jantung tersebut.

Ruhdi menegaskan, permintaan klarifikasi bukan dimaksudkan untuk menuduh pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang menyangkut kepentingan dan keselamatan pasien.

“Pada prinsipnya kita tidak menuduh siapa pun. Sebagai masyarakat kita hanya meminta penjelasan resmi dan berbasis data. Jika benar alat layanan jantung tersebut pernah lama tidak aktif, masyarakat berhak mengetahui apa penyebabnya, bagaimana penanganannya, dan bagaimana pelayanan terhadap pasien selama kondisi tersebut,” ujar Ruhdi sebelumnya.

Pemkab dan RSUD Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan

Dalam siaran pers tersebut, manajemen RSUD Datu Beru menyatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama pihak rumah sakit saat ini tengah melakukan koordinasi langsung dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan dengan harapan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus serta dukungan berupa bantuan alat Cathlab yang dinilai sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan jantung di daerah.

Pihak rumah sakit mengakui bahwa layanan Cathlab merupakan salah satu fasilitas vital bagi pasien yang membutuhkan penanganan penyakit jantung.

Karena itu, RSUD Datu Beru menyatakan komitmennya untuk tetap memberikan alternatif rujukan bagi pasien yang membutuhkan layanan secara segera.

Selain itu, manajemen rumah sakit berkomitmen melakukan komunikasi secara terbuka dan transparan kepada masyarakat terkait perkembangan proses perbaikan alat.

RSUD Datu Beru juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar layanan Cathlab dapat kembali berjalan normal.

Klarifikasi resmi tersebut diharapkan dapat menjawab keresahan masyarakat mengenai kondisi layanan Cathlab di RSUD Datu Beru.

Di sisi lain, masyarakat tentunya masih menunggu kepastian mengenai kapan proses perbaikan atau penggantian alat tersebut dapat diselesaikan sehingga pelayanan Cathlab kembali tersedia.

Transparansi mengenai perkembangan perbaikan menjadi penting, terutama karena layanan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan pasien yang membutuhkan penanganan jantung.

Sementara itu, Ruhdi Sahara sebelumnya juga menekankan bahwa kritik dan pertanyaan publik terhadap pelayanan kesehatan tidak semestinya dipandang sebagai serangan terhadap institusi maupun pejabat.

“Kritik bukan berarti menuduh, pertanyaan bukan berarti memvonis. Justru keterbukaan adalah cara terbaik menjaga kepercayaan masyarakat. Jika ada kendala, jelaskan dan perbaiki. Jika tidak ada masalah, sampaikan datanya. Publik membutuhkan kepastian, bukan ruang kosong informasi,” tegasnya.

Dengan adanya klarifikasi resmi dari RSUD Datu Beru, masyarakat kini mendapatkan informasi bahwa layanan Cathlab memang sedang terganggu akibat kerusakan alat utama dan tengah diupayakan untuk diperbaiki maupun diganti.

Namun, perhatian publik berikutnya tentu tertuju pada kepastian proses perbaikan, dukungan pemerintah pusat, serta kapan pelayanan Cathlab dapat kembali beroperasi secara optimal.

 

Redaksi: SCNews.co.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *